Tuesday, 31 May 2016

Marc Marquez Andalkan Dukungan Fans saat Mengaspal di Katalunya






Bintangbola - Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez harus mendapat hasil yang mengecewakan pada balapan di Mugello, Italia. Dirinya memang berhasil meraih posisi dua pada balapan tersebut, namun dirinya sebenarnya bisa saja keluar menjadi juara.

Marquez sempat memimpin balapan pada tikungan dan putaran terakhir di Mugello. Namun sayang, beberapa meter sebelum garis finis, motornya kalah dari pembalap Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo.
Jelang balapan di Katalunya, Minggu 5 Juni 2016, Marquez mengaku tak ingin lagi mengingat kekalahan menyakitkannya di Mugello. Ia bahkan yakin meraih sukses di Katalunya karena membalap di hadapan pendukung sendiri.


“Tidak ada yang lebih menyenangkan ketimbang membalap di hadapan pendukung sendiri di rumah Anda. Itu akan membuat Anda mendapat motivasi lebih ketika membalap,” ujar Marquez seperti diberitakan Crash, Rabu (1/6/2016).
“Meskipun demikian, seorang pembalap harus bisa bersikap profesional untuk tetap fokus akan pekerjaan yang berada di depan mata,” tandas pembalap yang menempati posisi dua dalam klasemen sementara itu.

Monday, 30 May 2016

Tak Ingin Gagal Lagi, Rosberg Minta Tim Mercedes Selidiki Faktor Kegagalannya di Monaco







Bintangbola - Pembalap Tim Mercedes, Nico Rosberg gagal memetik hasil manis di GP Monaco pada Minggu, 29 Mei 2016 malam WIB. Pria asal Jerman itu harus puas finis di posisi ketujuh. Sementara pembalap Tim Mercedes lainnya, Lewis Hamilton berhasil mengukuhkan kemenangan pertamanya musim ini.

Rosberg mengaku dirinya mengalami masalah yang cukup menghambat dirinya sejak awal balapan. Kendati demikian, hingga saat ini dirinya masih belum mengetahui faktor utama kegagalannya di GP Monaco.
Ia berharap timnya segera mencari tahu faktor kegagalannya di Monaco. Sebab, ia mengaku tidak ingin mengalami hal yang serupa untuk kedua kalinya.


“Kami akan mencari tahu dan mencoba memahaminya. Ada beberapa hal yang menjadi pemicunya. Saat ini kami hanya tahu bahwa tempratur cukup memengaruhi,” tutur Rosberg, sebagaimana dilansir dari Beritabintang.com, Senin (30/5/2016).
“Tentu saja itu dapat menyebabkan masalah, tetapi masih terlalu cepat untuk mengatakannya atau masih ada faktor lainnya yang dapat memengaruhi. Kami butuh waktu untuk menganalisis lagi,” pungkasnya.

Sunday, 29 May 2016

Banyak Waktu Terbuang di Pit-stop, Ricciardo Kecewa dengan Hasil GP Monaco






Bintangbola - Pembalap Red Bull, Daniel Ricciardo, mengakui dirinya kecewa dengan hasil balapan di Sirkuit Monte Carlo, Monaco. Ia harus puas finis di urutan kedua karena sempat mengalami insiden kecil saat memasuki pit.

Ricciardo meraih pole position pertamanya di ajang F1 musim ini dengan catatan waktu 1 menit 13,622. Dalam sesi kualifikasi, driver asal Australia tersebut unggul 0,169 detik atas Rosberg yang sedang memuncaki klasemen sementara Formula One (F1).
Pada perlombaan yang diguyuri hujan, Ricciardo mampu menjaga posisinya di barisan terdepan. Sayangnya, Ricciardo disalip oleh Hamilton ketika jet darat miliknya berada di pit-stop. Alhasil, banyak waktu terbuang saat seluruh kru mempersiapkan ban.


“Saya memiliki kecepatan dalam trek basah, namun kita tak harus menempatkan diri lebih lama di pit-stop hingga terkejar Hamilton,” ucap Ricciardo mengutip Crash, Senin (30/5/2016).
“Saya mengalami keadaan yang benar-benar buruk dalam dua pekan terakhir ini. Saya memasuki pit-stop, saya kira ban sudah siap, malah terjadi sebaliknya,” pungkas pembalap berusia 26 tahun tersebut.  

Saturday, 28 May 2016

GP Bahrain Jadi Momen Terberat Sebastian Vettel di F1 2016






Bintangbola - Pembalap Scuderia Ferrari, Sebastian Vettel, belum bisa melupakan kegagalannya di seri kedua Formula One (F1) 2016 yakni GP Bahrain. Vettel mengungkapkan, GP Bahrain merupakan momen terberatnya sejauh F1 musim ini berjalan.

Vettel bisa dibilang sangat sial di GP Bahrain. Betapa tidak, pembalap berusia 28 tahun tersebut gagal menunjukkan apa pun pada balapan yang berlangsung di Sirkuit Internasional Bahrain tersebut lantaran mobilnya mengalami kerusakan mesin di sesi pemanasan.
Vettel sangat menyayangkan hal tersebut. Menurut driver berpaspor Jerman itu, sebelum sesi pemanasan dimulai, ia sangat percaya diri bisa tampil dan menyelesaikan balapan dengan baik karena menilai mobilnya tampil begitu kompetitif.


“GP Bahrain adalah saat dimana kami bisa kompetitif, tapi ternyata saya tidak bisa ikut di dalamnya. Saya sangat ingin membalap, dan jika saya tidak bisa melakukan itu, maka pasti ada sesuatu yang salah,” ujar Vettel, seperti dimuat La Gazetta dello Sport, Sabtu (28/5/2016).
“Itu adalah sesuatu yang sangat bodoh. Kami menyia-nyiakan satu balapan, satu mesin, dan satu kesempatan,” sambung mantan pembalap Red Bull tersebut.

Friday, 27 May 2016

Renault Bisa Menampilkan yang Terbaik di GP Monaco






Bintangbola - Pembalap Tim Williams, Felipe Massa, menilai Renault bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya kala mengaspal di seri keenam Formula One (F1) 2016 di GP Monaco. Menurut driver asal Brasil tersebut, Kevin Magnussen dan Jolyon Palmer memiliki potensi lebih baik.

Memang lintasan sepanjang 3,367 kilometer tersebut memiliki karakteristik yang khas dibandingkan dengan sirkuit lainnya yang ada di F1. Tak ayal lintasan yang sempit dinilai sangat tak mudah melakukan overtake, lantas Renault masih berkesempatan lebih baik.
Kendati demikian, tambah Massa, kemampuan Renault hanya sebatas tim papan tengah. Sebab, tim berbasis di Enstone, Inggris, tersebut tak akan mampu menyaingi kecepatan Mercedes, Red Bull, dan Ferrari.  


“Mungkin mereka bisa lebih baik di sini, kendati mereka tidak mampu mengalahkan tim besar saat ini. Ini bukan masalah mesin, ini terkait mobil,” ucap Massa, mengutip dari Berita Online, Sabtu (28/5/2016).
“Saya tak berpikir mereka memiliki mobil yang mirip dengan Mercedes, atau Ferrari bahkan dengan Red Bull. Namun, mereka memiliki jet darat yang dapat bekerja lebih baik di trek ini. Tapi tidak pada tingkatan tim top,” tuntas pembalap berusia 35 tahun tersebut.

Wednesday, 25 May 2016

Andrea Iannone Demam Tiap Kali Balapan






Bintangbola - Pembalap Ducati, Andrea Iannone, menceritakan perasaannya tiap kali membalap. Ternyata sebagai seorang pembalap, Iannone masih kerap merasa takjub dan demam tiap kali menunggangi kuda besinya dengan kecepatan maksimal.

Iannone memulai dunia balap profesional pada 2005 di kelas 125 cc. Meski memulai balapan sejak lama hingga akhirnya promosi ke kelas MotoGP pada 2013, pembalap berusia 26 tahun tersebut mengaku masih merasakan adrenalin yang luar biasa saat membalap.
“Saya bisa katakan, adrenalin saya terasa begitu luar biasa (tiap kali membalap). Saya merasa seperti menyentuh langit dengan langit dengan tangan saya,” kata Iannone, sebagaimana diberitakan Berita Online, Kamis (26/5/2016).


“Itu adalah kecepatan yang sangat tinggi. Ada banyak hal yang harus saya atasi. Mungkin bagi beberapa itu hanyalah nomor, tapi bagi saya itu memberikan demam,” sambung pembalap berpaspor Italia itu.
Iannone sejauh ini belum bisa memberikan performa yang konsisten. Saat ini, The Maniac Joe masih bertengger di posisi sembilan klasemen sementara pembalap dengan raihan 41 poin.

Tuesday, 24 May 2016

Toronto Raptors Kini Imbangi Cleveland Cavaliers






Bintangbola - Babak final Wilayah Timur NBA musim ini kian menarik saja. Toronto Raptors kembali tampil cemerlang dan kini menyamakan agregat denagn Cleveland Cavaliers menjadi 2-2. Seperti diketahui, di dua game awal, Raptors dipecundangi Cavs.

Pada game keempat dalam format best of seven yang digelar di Air Canada Centre, Selasa (24/5/2016) WIB, Raptors berhasil mengalahkan Cavs dengan skor akhir 105-99.
Tampil sebagai aktor kemenangan Raptors kali ini adalah sang point guard, Kyle Lowry. Ia mencetak 35 poin selama 44 menit di atas lapangan. Shooting guard DeMar DeRozan juga tampil bagus kali ini dengan torehan 32 poin.
Sementara di kubu Cavs, LeBron James tampil sebagai top performer dengan mendulang 29 poin. Kyrie Irving juga tampil tak buruk dengan raihan 26 poin bagi Cavs.


Raptors sendiri memang tampil menguasai sejak awal laga. Mereka menang 57-41 saat memasuki jeda pertandingan. Meski begitu, Cavs tampil lebih baik di kuarter tiga dengan mengemas 30 poin dengan kemasukan 27 poin. Sayang, itu belum cukup untuk mengejar Raptors.
Tembakan tiga angka dari Irving membuat skor sempat menjadi 99-101 ketika laga tinggal tersisa dua menit. Tapi, DeRozan langsung membungkam anak-anak Cavs dengan driving bank shot! Lowry akhirnya memastikan kemenangan Raptors usai melakukan lay-up yang mengubah skor menjadi 105-99. Kedudukan ini tak berubah hingga pertandingan usai.

Monday, 23 May 2016

Baru Kali Ini Marquez Kalah di Trek Lurus






Bintangbola - Marc Marquez harus puas dengan status runner-up GP Italia setelah tersalip oleh Jorge Lorenzo sebelum garis finis. Pembalap andalah Repsol Honda ini mengakui dirinya baru sekali kalah dalam situasi dramatis tersebut.

Marquez tampil mengesankan meskipun start dari posisi empat. Pembalap berkebangsaan Spanyol ini bisa berada di kelompok terdepan untuk memperebutkan posisi puncak yang sedang ditempati Lorenzo.
Kerusakan yang terjadi pada motor Valentino Rossi membuat Marquez kian melesat dan bersaing dengan Lorenzo. Puncaknya terjadi kala lap terakhir ketika Marquez bersaing sengit dengan Lorenzo untuk posisi terdepan. Pertarungan tersebut akhirnya dimenangkan X-Fuera.


“Kami sedang bekerja 100 persen berusaha untuk meningkatkan performa, dan saya tidak bisa mengatakan apa-apa karena tim telah bekerja keras. Saya tampil sangat bagus di lap terakhir, dan normalnya selalu bagus ketika duel satu lawan satu,” kata Marquez, seperti dimuat Bintangbola.co, Senin (23/5/2016).
“Akan tetapi kali ini saya kalah di lintasan lurus. Sebelumnya ini belum pernah terjadi. Baru kali ini saya kalah di lintasan lurus dan di Qatar. Pada akhirnya, kami jadi tahu titik lemah yang harus diperbaiki di masa mendatang,” jelasnya.

Sunday, 22 May 2016

Rossi: Mugello Adalah Salah Satu yang Terbaik






Bintangbola - Salah satu kandidat kuat peraih gelar juara MotoGP, Valentino Rossi, memberikan pujiannya untuk trek Mugello. Pembalap gaek asal Italia tersebut menilai lintasan sepanjang 5,2 kilometer tersebut merupakan salah satu yang terbaik.

Pemilik nomor motor 46 tersebut merupakan salah satu yang diunggulkan bisa meraih hasil memuaskan di Mugello. Rekornya di balapan kandangnya tersebut juga impresif. Sejak tampil di 125cc hingga kelas premier, Rossi sudah mengepak sembilan kali juara di Mugello.
Bahkan pemilik julukan The Doctor tersebut sukses meraih tujuh kali kemenangan beruntun di Mugello yakni pada periode 2001 hingga 2008. Sayang, sejak 2008 Rossi tidak lagi pernah mencicipi podium teratas di Mugello hingga kini.


“Selalu menjadi race yang spesial dan akhir pekan yang spesial di Mugello karena sejak tahun awal di kejuaraan ini Grand Prix Italia selalu diadakan di trek ini. Trek ini sangat fantastis, salah satu yang terbaik,” kata Rossi seperti dikutip dari laman resmi MotoGP, Minggu (22/5/2016).
“Atmosfernya juga selalu bagus. Jadi kami harus mencoba tampil kuat dan tampil kompetitif,” tambah mantan pembalap Ducati tersebut singkat.

Saturday, 21 May 2016

Sport Magazine: Indonesia Bangga Lolos ke Partai Final Thomas 2016






Bintangbola - Indonesia berhasil memastikan diri lolos ke partai Final Piala Thomas 2016. Kepastian tersebut didapat setelah pasangan Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi berhasil menyumbangkan angka ketiga bagi Indonesia.

Angga/Ricky yang tampil di partai keempat berhasil mengalahkan wakil Korea Selatan (Korsel), Kim Gi Jung/Kim Sa Rang dengan 21-15, 21-18. Alhasil, Indonesia lolos dengan keunggulan 3-1 atas Korsel.
Tampil tanpa beban di set pertama, ganda Indonesia langsung menggebrak sejak awal. Berhasil unggul di interval pertama dengan 11-8, perolehan poin Angga/Ricky terus melejit meninggalkan pasangan Korsel tersebut dan merebut set pertama dengan skor 21-15.
Set kedua masih menjadi miliki Indonesia. Meski membuat kesalahan dan membiarkan Kim/Kim mendapat tiga angka percuma, Angga/Ricky berhasil mengunci kemenangan di set kedua dan memastikan Indonesia lolos ke partai final.


Sebab, meski kalah di pertandingan pertama yang memainkan partai tunggal, Merah Putih mampu menyamakan kedudukan 1-1 lewat ganda terbaik Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Anthony Ginting yang turun sebagai tunggal kedua juga berhasil mencuri poin setelah mengalahkan Lee Dong Keun. Di partai Final, Indonesia akan bertemu pemenang antara Malaysia dengan Denmark yang bermain mulai pukul 18.00 WIB.
Melihat kemenangan tersebut Angga mengaku sangat senang dan bangga karena dapat menjadi penentu kemenangan Indonesia. Ia bahkan mengaku tidak memikirkan kalah atau menang, namun lebih ke tingkat kosentrasi yang tinggi.
Dari tiga pertemuan sebelumnya dengan Kim/Kim, Angga meyakini sudah mengetahui kekurangan dan kelebihan lawan mereka, sehingga kapanpun waktunya mereka sudah siap untuk bertanding.

Friday, 20 May 2016

Anthony Ginting Termotivasi Kemenangan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan






Bintangbola - Tunggal kedua Indonesia, Anthony Ginting mengaku termotivasi dengan kemenangan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan pada pertandingan di semifinal Piala Thomas 2016 kontra Korea Selatan. Alhasil, Ginting yang tampil setelah Hendra/Ahsan juga mampu meraih poin untuk Indonesia.

Hendra/Ahsan yang turun di partai kedua tampil cukup impresif menghadapi pasangan Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong. Pasangan nomor dua dunia tersebut berhasil meraih kemenangan dengan 21-15, 21-12.
Melihat seniornya bermain gemilang, seolah membuat Ginting semakin bersemangat untuk meraih poin. Namun, pemain kelahiran Cimahi, Jawa Barat tersebut tidak ingin terlalu memikirkan untuk meraih poin yang bisa menjadi bumerang.


Ginting pun tampil tenang menghadapi Lee Dong Keun dan mampu merebut set pertama dengan kemenangan 21-18. Meski sempat keteteran di set kedua, pemuda 19 tahun mampu membalikkan keadaan dan menang dengan 21-18.
“Saya tidak terlalu memikirkan mau nyumbang poin banget, nanti jadinya bumerang buat saya, jadinya saya tegang. Kemenangan Hendra/Ahsan membuat saya termotivasi untuk menunjukkan yang terbaik di lapangan,” Ungkap Ginting, seperti dilansir dari Beritabintang.com, Jumat (20/5/2016).

Thursday, 19 May 2016

Tim Thomas Indonesia Melaju ke Babak Semifinal






Bintangbola - Tim Thomas Indonesia Melaju ke Babak Semifinal usai mengalahkan Hong Kong dengan skor 3-1. Pada pertandingan keempat Tim Thomas Indonesia menurunkan Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi melawan wakil Tim Thomas Hong Kong, Cheuk Him Law/Shing Choi Yeung.

Pada pertandingan tersebut Angga/Ricky sukses menang dua game langsung 21-16 dan 21-14. Pada semifinal nanti, Indonesia akan berhadapan dengan China atau Korea Selatan (baru bertanding malam ini).
Pada game pertama Merah Putih mendominasi pertandingan dan sempat unggul jauh 12-6. Angga/Ricky semakin menjauh memasuki pertengahan babak dengan jarak enam poin. Sempat mandek di angka 14, Ricky/Angga sukses menang 21-16 di gim pertama.
Pada game kedua Angga/Ricky melanjutkan momentum yang didapat dari game pertama. Butkinya Tim Thomas Indonesia sempat sukses unggul jauh 13-8 dan 16-9. Pada akhirnya Angga/Ricky memastikan kemenangan 21-14.


Lolosnya Tim Thomas Indonesia ke babak semifinal mengulangi prestasi musim lalu. Pada babak perempatfinal Indonesia menumbangkan Korea Selatan dengan skor 3-2. Sayang tahun lalu langkahn Indonesia terhenti oleh Malaysia yang menghancurkan Indonesia 3-0.

Wednesday, 18 May 2016

Top Sport: Remaja-Remaja Tercepat di Sirkuit Balap






Bintangbola - USIA bukan lagi menjadi hal yang menentukan seberapa cepat pembalap di lintasan. Sebab, usia tua mau pun muda sama-sama memiliki peluang untuk memenangkan balapan, bahkan menjadi juara.

Sebut saja rider Repsol Honda, Marc Marquez. Marquez mampu menjadi juara di tahun debutnya membalap di MotoGP, tepatnya saat ia masih berusia 20 tahun. Pencapaian saat itu membuat The Baby Alien dinilai sebagai pembalap muda fenomenal.
Marquez bukan satu-satunya pembalap muda yang sudah menunjukkan kecepatan luar biasa tiap kali mengaspal. Berikut ini empat nama pembalap yang tampil mengagumkan di usianya yang masih muda, sebagaimana dimuat laman resmi Red Bull, Rabu (18/5/2016):


1. Max Verstappen (18 Tahun)
Verstappen menjadi nama pertama yang masuk dalam daftar ini. Di debutnya bersama Toro Rosso di Formula One (F1), ia sudah memecahkan rekor sebagai pembalap termuda. Pencapaiannya semakin gemilang setelah akhir pekan lalu bisa memenangkan GP Spanyol bersama tim barunya Red Bull. Pembalap asal Belanda itu pun kembali memecahkan rekor, salah satunya adalah driver termuda yang sanggup memenangkan grand prix bersama Red Bull.
2. Tim Gajser (19 Tahun)
Gajser pantas masuk ke dalam daftar menyusul performa luar biasanya tiap kali membalap di ajang MXGP. Juara dunia MX2 pada 2015 itu baru promosi ke MXGP pada 2016. Namun, di usianya yang masih 19 tahun, ia sudah bisa bersaing dengan para juara MXGP, seperti Romain Febvre dan Toni Cairoli. Dari tujuh GP yang sudah dilaluinya sejauh ini, Gajser sudah empat kali menang dan unggul sembilan poin dari Febvre di klasemen sementara. Jika bisa menjadi juara di akhir musim, maka ia akan memecahkan rekor pembalap termuda yang juara di kelas premier.
3. Austin Forkner (17 Tahun)
Tidak seperti Verstappen dan Gajser yang sudah cukup lama menjajal dunia balap profesional, Forkner sejatinya belum melakukan debut di dunia AMA Motocross. Debutnya di babak pembuka AMA Motorcross Nationals akan terjadi pada 21 Mei 2016 di Hangtown, Amerika Serikat. Meski demikian, Forkner sudah banyak dikenal oleh para pencinta AMA Motocross. Ia sempat dikritik lantaran terlalu lama membalap secara amatir, padahal seharusnya sudah bisa membalap secara profesional sejak lama.
4. Manuel Lettenbichler (18 Tahun)
Di usianya yang masih 18 tahun, Lettenbichler sudah pernah mendapat gelar juara dunia SuperEnduro Junior. Gelar juara tersebut diraihnya setelah memenangkan 15 dari 18 ajang dalam satu musimnya. Saat ini, Lettenbichler sedang fokus membalap di ajang Hard Enduro musim 2016.

Monday, 16 May 2016

Hot Sport: Rio Haryanto Lakukan Persiapan Jelang GP Monaco






Bintangbola - Pembalap Indonesia yang bergabung dengan Manor Racing, Rio Haryanto harus puas finis di urutan 17 pada balapan GP Spanyol, Minggu 15 Mei 2016. Hasil tersebut membuat dirinya berhasil mencapai finis usai sempat mengalami kecelakaan pada GP Rusia.

Rio Haryanto sebenarnya tampil baik dalam perjalanan GP Spanyol. Berawal dari sesi latihan bebas sampai kualifikasi, Rio Haryanto terus meningkatkan catatan waktu dengan beberapa komponen baru di mobilnya.
Namun sayang, perkembangan yang terjadi selama di Spanyol kurang mampu membantu Rio Haryanto menyalip rekan setimnya, Pascal Wehrlein. Rio pun mengakui hal tersebut dan mengatakan masih perlu penyesuaian dengan mobilnya.


“Setelah balapan di Spanyol, kami terus melakukan evaluasi untuk mencari pengaturan mobil yang lebih bagus lagi untuk Monaco,” ujar Rio Haryanto dalam Beritabintang.com Senin (16/5/2016).
Balapan selanjutnya memang akan berada di Monaco. Balapan jalan raya tersebut akan berlangsung pada Minggu 29 Mei 2016. Musim lalu pembalap Mercedes, Nico Rosberg berhasil menjadi yang tercepat dan mengalahkan Sebastian Vettel dari Ferrari.

Saturday, 14 May 2016

Verstappen Jalani Hari yang Baik Bersama Red Bull






Bintangbola - Pembalap muda potensial milik Red Bull, Max Verstappen jalani sesi kualifikasi dengan baik. Pembalap asal Belanda tersebut sukses mengasapi Ferrari dengan membukukan waktu 1 menit 23,178 detik di Sirkuit Katalunya, Spanyol.

Keputusan menggantikan posisi Daniil Kvyat bisa dibilang tepat. Sebab, selama mengikuti sesi latihan bebas dan kualifikasi, Verstappen menunjukkan progres yang sangat positif. Tak ayal ia akan mengawali lomba di urutan keempat.
Tak ingin jemawa, Verstappen mengaku sangat menikmati lap yang ia lalui. Bahkan dengan memiliki perasan yang bagus, sangat membantunya untuk meraih hasil yang baik.  
“ Bagi saya target hari ini hanya ingin menikmati ditiap lap yang saya lewati. Ini akan memakan waktu beberapa pekan lagi untuk menemukan cara terbaik,” ucap Verstappen menukil GPupdate, Minggu (15/5/2016).


“Saya memiliki perasaan yang bagus dan jika Anda menikmatinya itu sangat membantu. Saya berharap melakukan awal yang baik, mudah-mudahan kami bisa menjaga posisi kami,” tuntas pembalap berusia 18 tahun tersebut.
Saat ini Verstappen berada di urutan ke-10 klasemen balap Formula One (F1). Ia berhasil mengumpulkan 13 poin dari empat seri balap.

Friday, 13 May 2016

Pedrosa: Cuaca yang Bagus untuk Bersepeda






Bintangbola - Dani Pedrosa kini sedang menikmati sedikit waktu senggang setelah mengikuti balapan MotoGP di Sirkuit Le Mans Bugatti pada akhir pekan lalu. Pembalap Repsol Honda itu pun mengisi kekosongan waktu dengan bersepeda.

Saat GP Prancis, Pedrosa tampil cukup baik dengan finis keempat meskipun memulai lomba dari urutan 11. Akan tetapi, lagi-lagi The Little Spaniard belum bisa menyamai apalagi menggeber motornya lebih cepat dari duo Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi.
Adapun seri selanjutnya yakni GP Italia baru akan digelar pada 22 Mei 2016. Kini, Pedrosa sedang menghabiskan waktunya di rumah sambil menikmati cuaca yang indah untuk bersepeda.


“Sepertinya cuaca juga bagus untuk berlatih, terutama buat mereka yang suka bersepeda seperti saya. Yang terpenting sekarang adalah pulih dan mulai menyiapkan diri untuk balapan di Mugello,” papar Pedrosa, seperti dimuat Kamusjudi.com, Sabtu (14/5/2016).
“Saya akan berusaha menyisakan waktu antara sesi latihan dan menonton Giro d’Italia, salah satu acara terpenting untuk fan bersepeda. Saya akan mengikuti acara itu sebisa mungkin, dan tentu saya akan di sana untuk mendukung pesepeda Spanyol,” jelasnya.

Thursday, 12 May 2016

Keberhasilan di Le Mans Sangat Spesial untuk Vinales






Bintangbola - Pembalap muda Tim Suzuki Ecstar, Maverick Vinales, senang bukan kepalang saat berhasil menginjakkan kaki di podium untuk pertama kalinya sejak tampil di kelas MotoGP. Menurut rider asal Spanyol tersebut, keberhasilan di Sirkuit Le Mans sangat spesial.

Le Mans memang memiliki kenangan tersendiri bagi Vinales. Sebab di sirkuit inilah pertama kali pembalap 21 tahun memenangkan balapan untuk pertama kalinya saat berlaga di kelas 125 cc pada periode 2011.
Kali ini di kelas MotoGP, Vinales kembali membuktikan kapabilitasnya sebagai rider muda yang dapat diperhitungkan. Memulai balapan dari posisi delapan, rekan setim Aleix Espargaro tersebut berhasil menyudahi balapan di tempat ketiga.


“Naik podium adalah target saya tahun ini, dan saya sudah mengejarnya sejak seri perdana. Lalu akhirnya saya mencapainya di Le Mans, sebuah sirkuit di mana saya memenangkan GP pertama di kelas 125 cc pada 2011,” ungkap Vinales, seperti dikutip dari Bintangbola.co, Jumat (13/5/2016).
“Waktu itu kemenangan terasa sangat spesial karena saya baru tiba di GP dan tidak ada orang yang mengenal saya, tapi saya sangat senang,” tuntasnya.

Wednesday, 11 May 2016

Alasan Rossi Tidak Lagi Lakukan Selebrasi Unik






Bintangbola - Selain terkenal karena gayanya yang eksentrik, Valentino Rossi juga terkenal dengan beberapa selebrasi unik yang ia lakukan. Namun, belakangan ini Rossi sudah tidak lagi melakukan selebrasi-selebrasi unik lainnya. Mengapa demikian?

Menurut Rossi untuk melakukan hal itu dirinya harus berada dalam suasana hati yang tepat. Selain itu, dirinya juga tidak mau memaksakan harus melakukan selebrasi unik karena menurutnya jika tidak tepat dengan momen yang ada maka selebrasi yang dilakukan tidak akan tepat.
Beberapa selebrasi Rossi yang terkenal pada saat ia masih berusia muda dulu seperti menggunakan kostum Peter Pan, lalu ia juga pernah melakukan selebrasi bak seorang tahanan yang lepas dari tahanan.


“Anda harus berada dalam suasana hati yang tepat untuk melakukannya. Selebrasi unik memang selalu menyenangkan,” ujar Rossi seperti dikutip dari laman resmi Bintangbola.co, Kamis (12/5/2016).
“Akan tetapi jika kita tidak memiliki ide yang tepat dan momen yang tepat lebih baik tidak melakukan hal apa pun. Lagipula dulu saya bisa memenangkan 11 balapan di satu musim, Anda memiliki kesempatan untuk melakukannya. Sekarang kemenangan yang didapat lebih sedikit, jadi saya memilih untuk menikmati momennya bersama tim, mekanik, dan lainnya,” jelas Rossi.

Tuesday, 10 May 2016

Kepala Teknisi Ferrari Terancam Digulingkan







Bintangbola - Spekulasi besar di Italia menunjukkan bahwa Ferrari akan melakukan perubahan kepala teknisi agar mampu bersaing dengan tim papan atas seperti Mercedes.

Setelah mengalami kesuksesan di era Jean Todt, tim berlogo kuda jingkrak tersebut dilanjutkan oleh Stefano Domenicali, Marco Mattiacci dan saat ini dipegang oleh Maurizio Arrivabene. Mereka semua sukses membawa Ferrari mencapai masa keemasannya dari musim ke musim.
Namun, saat ini Arrivabene gagal memberikan kemenangan bagi Ferrari pada empat balapan pembuka musim 2016. Oleh sebab itu, Presiden Ferrari, Sergio Marchione kini sedang mengincar perubahan lain yang dapat saja menggulingkan posisi Arrivabene dan menggantikannya dengan James Allison.


“Ferrari telah membuat beberapa langkah maju yang sangat penting. Sekarang mereka harus memenangkan perlombaan yang tidak mudah ketika harus melawan tim profesional seperti Mercedes yang selalu melakukan pekerjaan secara fantastis,” ungkap Todt yang saat ini menjabat sebagai presiden FIA, mengutip dari kamusjudi.com, Rabu (11/5/2016).

Monday, 9 May 2016

Rekan Setim Rio Haryanto Meminta dukungan Fans Indonesia






Bintangbola - Pembalap Manor Racing, Pascal Wehrlein, tampaknya sadar betul dengan kondisi timnya saat ini. Rekan setimnya, Rio Haryanto tengah mengalami sedikit masalah yang membuatnya terancam tak bisa menjalani musim 2016 dengan penuh.

Saat ini Rio Haryanto tengah berjuang untuk mendapatkan sponsor serta melakukan penggalangan dana demi menjamin keberlangsungan kariernya di balapan Formula One. Salah satu penggalangan dana yang dilakukan oleh manajemen Rio Haryanto adalah dengan adanya SMS berbayar.
Menanggapi hal tersebut, Pascal Wehrlein berharap penggalangan dana tersebut dapat berjalan dengan baik. Tak hanya itu, melalui video yang diterima Beritabintang.com, Wehrlein juga meminta dukungan fans Indonesia untuk seluruh tim Manor Racing.


“Saya rasa penggalangan dana tersebut sangat bagus dan semoga itu bisa membantu,” ujar Wehrlein seperti diberitakan Spedweek, Selasa (10/5/2016).
“Fans dari Indonesia, mohon dukungannya kepada saya, Manor dan Rio serta mohon doanya,” ujar Wehrlein dalam video yang diterima Bintangbola.co, Selasa (10/5/2016).

Sunday, 8 May 2016

Rossi Bangga Finis di Posisi Dua MotoGP Prancis






Bintangbola - Pembalap Tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi, bangga dapat finis di posisi dua MotoGP Prancis yang berlangsung di Sirkuit Le Mans, Minggu 8 Mei 2016 malam WIB. Hal yang membuat The Doctor bangga ialah kemampuan menyodok ke posisi depan meski start dari posisi yang tidak menguntungkan.

Rossi start dari posisi yang tidak menguntungkan yakni ketujuh. Bahkan di awal balapan, pembalap berusia 37 tahun gagal beranjak dari posisi tersebut.
Namun, pada lap ke-10, Rossi mulai beranjak ke posisi depan. Pada lap tersebut, ia berhasil melewati Marc Marquez untuk merebut posisi tiga. Selang satu lap kemudian, giliran Andrea Dovizioso yang dilewati.
Setelah itu, Rossi terus berada di posisi kedua. Ia tak memiliki kesempatan mengejar sang rekan setim, Jorge Lorenzo, yang begitu kuat berada di depan. Alhasil hingga akhir balapan, Lorenzo menjadi yang tercepat dengan keunggulan hampir 10 detik dari Rossi di posisi dua.


“Ketika Anda memulai balapan dari baris ketiga atau tepatnya posisi tujuh dan mampu finis di tangga kedua, hal itu merupkan hasil yang luar biasa. Terlebih saya berhasil meraih 20 poin penting untuk mengejar gelar juara musim ini,” jelas Rossi mengutip dari Kamusjudi.com, Senin (9/5/2016).
Untuk sementara, Lorenzo memuncaki klasemen MotoGP 2016 dengan raihan 90 poin. Diikuti Marquez di posisi dua dengan raihan 85 angka dan Rossi di tempat ketiga (78).

Saturday, 7 May 2016

Renault Tak Menyerah untuk Tetap Lakukan Pengembangan






Bintangbola - Direktur balap Renault, Fred Vasseur, menegaskan timnya takkan menyerah untuk melakukan beberapa pengembangan untuk musim depan. Hal tersebut dilakukan agar tetap bisa eksis berkompetisi di ajang balap Formula One (F1).

Pada musim ini Renault melakukan comeback nya di ajang jet darat. Juara konstruktor F1 2005 dan 2006 itu, terakhir kali mentas pada musim 2011 sebelum berganti nama dari tim Lotus.
Vasseur mengatakan saat ini timnya belum bisa menyaingi keperkasaan Mercedes dan Ferrari. Namun untuk mengarungi musim 2017, tim pabrikan asal Prancis tersebut mengatakan posisinya baik-baik saja.


“Sulit untuk memutuskan apakah kita akan fokus pada 2017 atau 2016. Yang pasti kami dalam posisi yang lebih baik untuk 2017,” ucap Vasseur menukil Bintangbola.co , Minggu (8/5/2016).
“Sangat sulit untuk bersaing di F1, Anda harus memulainya dengan merebut posisi yang baik, itu adalah kunci. Kami tentu tak bersaing bersama Ferrari atau Mercedes, tapi setidaknya dengan dua atau tiga tim yang berada di depan kami,” tuntas pria asal Prancis tersebut.

Friday, 6 May 2016

Vinales Mengaku Tak Percaya Diri di Latihan Hari Pertama






Bintangbola - Pembalap potensial milik Suzuki Ecstar, Maverick Vinales merasa tak percaya diri kala mengaspal di hari pertama latihan bebas (Free Practice) di Sirkuit Le Mans. Menurutnya, ia belum memiliki settingan yang pas pada motor bermesin GSX-RR tersebut.

Vinales menempati posisi kedelapan ketika memulai sesi latihan bebas pertama dengan catatan waktu 1 menit 34,632 detik. Tak ayal, pada akhir sesi tersebut ia memperbaiki kecepatannya dengan satu digit lebih baik yakni posisi ketujuh dengan 1 menit 33,613 detik.
Rider asal Spanyol tersebut mengaku cukup nyaman dengan penggunaan ban tipe soft. Kendati demikian, ia juga harus menjajal ban tipe hard dan ban ketiga yang dikeluarkan oleh Michelin di hari kedua nanti.
“Hari ini sangat berat, catatan waktu lap tak buruk, tapi saya merasa tak percaya diri. Kami berjuang banyak dengan melakukan traksi, saya tidak bisa begitu efektif. Kami bekerja dengan pilihan set-up yang berbeda, sejauh ini kami tidak bisa menemukan cara yang tepat,” ucap Vinales mengutip Bintangbola.co, Sabtu (7/5/2016).


“ Penggunaan ban lunak tidak buruk, saya menyukainya, mungkin pilihan tipe hard tidak akan menjadi pilihan, tapi kami akan mencoba keduanya,” tambahnya.
“Kami sudah mengumpulkan berbagai informasi tentang pengujian di Sirkuit Jerez, kami mencoba untuk menemukan yang terbaik dan sejauh ini kami tidak bisa menemukannya. Namun dengan kerja keras kami akan mencari konfigurasi yang pas nanti,” tuntas pembalap berusia 21 tahun tersebut.

Thursday, 5 May 2016

Rider Ini Resmi Gantikan Smith di Tech 3






Bintangbola - Tim Monster Yamaha Tech 3 secara resmi mengumumkan bergabungnya Jonas Folger dalam tim mereka untuk MotoGP tahun depan. Folger mengisi spot yang ditinggalkan Bradley Smith yang hengkang ke KTM.

Folger, rider Jerman yang baru berusia 22 tahun, menjalani debutnya di Grand Prix pada 2008 silam. Empat tahun pertama ia habiskan di kelas 125cc, yang berubah nama menjadi Moto3 sejak 2012. Pada 2014, ia pun naik kelas ke Moto2. Sejauh ini, Folger yang tengah membela Tim Dynavolt Intact GP mengoleksi delapan podium di Moto2, di mana dua diantaranya adalah podium tertinggi.
Dengan adanya kepastian ini, maka terhitung sudah ada lima rider yang sudah menentukan masa depannya untuk MotoGP 2017. Ada Sam Lowes yang naik kelas dari Moto2 ke MotoGP bersama Aprilia, Valentino Rossi yang bertahan di Yamaha, Smith yang bakal membela KTM, Jorge Lorenzo yang hijrah ke Ducati, serta Folger yang bakal membela Tech 3.
“Saya sangat senang atas kabar ini, dan saya masih tak bisa percaya ini terjadi. Saya sudah lama membalap di kejuaraan dunia, dan naik ke premier class merupakan impian saya yang jadi nyata. Saya ingin berterima kasih kepada semua sponsor yang telah mendukung saya selama bertahun-tahun,” kata Folger, seperti dimuat laman Bintangbola.co, Jumat (6/5/2016).


“Merupakan sebuah kehormatan melakukan langkah ini bersama Yamaha, Herve Poncharal (pimpinan tim) dan tim Tech 3 yang punya sejarah panjang dan hebat di paddock. Saya akan berusaha sebaik mungkin demi membayar kepercayaan mereka pada saya, dan saya tak sabar memulai petualangan baru,” terangnya.
“Bagaimana pun, saya akan tetap fokus pada sisa musim ini di intermediate class, tapi saya tak sabar menunggu uji coba Valencia, di mana saya akan menjajal Yamaha YZR-M1 untuk pertama kalinya,” tukas Folger.

Wednesday, 4 May 2016

Rider Irlandia Utara Bidik Satu Tempat di Tim Satelit Ducati






Bintangbola - Rider asal Irlandia Utara, Eugene Laverty, mengaku membidik kontrak dari Ducati di MotoGP 2017, setelah berhasil tampil gemilang di empat seri pertama musim ini. Saat ini, Laverty memang membela salah satu tim balap yang memakai motor Ducati, yakni Aspar Team. Ia menunggangi Desmosedici GP14.2.

Laverty sendiri meyakini dengan motor yang lebih baru, ia bisa tampil lebih baik lagi di masa datang. Kontrak runner-up World Superbike 2013 ini akan habis akhir musim ini. Kini Laverty pun membidik tempat di Tim Pramac Racing, yakni tim satelit Ducati yang mendapatkan dukungan penuh dari tim pabrikan.


“Silly season (pembicaraan soal perpindahan pembalap) sudah dimulai, dan menyenangkan dikaitkan dengan isu-isu yang ada. Tapi saya masih belum konsisten, jadi saya harus segera mendapat hasil baik. Bagaimana pun di MotoGP, motor pabrikan adalah yang Anda butuhkan, baik untuk pekerjaan maupun pengembangan,” celoteh Laverty, seperti dimuat Bintangbola.co, Kamis (5/5/2016).
“Saya senang atas posisi saya sekarang, tapi masih menginginkan kontrak pabrikan. Target saya adalah memperkuat Pramac tahun depa. Saya akan bekerja keras untuk mewujudkannya,” ternag rider berusia 29 tahun itu.

Tuesday, 3 May 2016

Jadi Raja Baru di Jerez, Valentino Rossi Cetak Sejarah






Bintangbola - Valentino Rossi menasbihkan dirinya menjadi juara di Jerez, Spanyol. Ia bukan hanya meraih finis di posisi pertama di seri keempat MotoGP 2016, pembalap Yamaha itu sekaligus mencetak sejarah setelah mematahkan dominasi pembalap Spanyol sejak 2009.

Sejak awal lomba yang berlangsung di Sirkuit Jerez, Minggu (24/4/2016), Rossi memang begitu berambisi menjadi yang terdepan. Konsistensi tersebut bisa ia pertahankan sejak start dan sekali saja terganggu oleh Jorge Lorenzo di lap pertama. Setelah itu, Rossi tak tertahankan para pesaing.

Sukses ini jelas sangat dinantikan Rossi. Maklum gelar terakhirnya di Jerez terjadi pada 2009. Selebihnya The Doctor hanya bisa melihat pembalap Spanyol berdiri gagah di tengah podium, Dani Pedrosa (2013), Marc Marquez (2014), dan Jorge Lorenzo (2015).  Sementara Lorenzo harus puas ada di posisi kedua diikuti Marc Marquez.

Sebelum seri keempat MotoGP 2016 ini digelar, ambisi Rossi memang sudah terlihat. Performanya terus meningkat sejak latihan bebas hingga akhirnya bisa meraih pole position.

"Saya berhasil menempati posisi di barisan terdepan sebanyak dua kali. Tapi posisi pole position adalah sesuatu yang berbeda, terutama di Jerez. Kendati akan sulit untuk mengalahkan Lorenzo dan Marquez, tapi saya masih bisa tampil kompetitif. Saya berharap kesalahan di Austin tidak terulang, jadi kita akan mulai melakukan sesuatu untuk mewujudkan podium pertama," ungkap Rossi sebelum lomba seperti dikutip Bintangbola.co, Minggu (24/4/2016).

Agen Judi Online

Bukan hanya Rossi yang berhasil mencetak prestasi, Yamaha pun menambah koleksi kesuksesannya menjadi enam kali di Jerez. Posisi pertama masih ditempati Honda yang sudah mengemas tujuh kemenangan.

Walau berhasil mengasapi rider tuan rumah, posisi Rossi di klasemen belum beranjak dari posisi ketiga. Rossi baru mendulang 58. Sedangkan posisi pertama masih dipegang Marquez dengan poin 82 disusul Lorenzo dengan 65 angka.

Hasil GP Spanyol 2016
1.Valentino Rossi, Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 45m 28.834s
2.Jorge Lorenzo, Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 45m 31.220s
3.Marc Marquez, Repsol Honda Team (RC213V) 45m 35.921s
4.Dani Pedrosa, Repsol Honda Team (RC213V) 45m 39.185s
5.Aleix Espargaro, Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 45m 42.977s
6.Maverick ViƱales, Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 45m 45.606s
7.Andrea Iannone, Ducati Team (Desmosedici GP) 45m 55.111s
8.Pol Espargaro, Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 45m 59.584s
9. Eugene Laverty, Aspar MotoGP Team (Desmosedici GP14.2) 46m 1.159s
10.Hector Barbera, Avintia Racing (Desmosedici GP14.2) 46m 1.458s
11.Cal Crutchlow, LCR Honda (RC213V) 46m 7.331s
12.Bradley Smith, Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 46m 8.503s
13.Loris Baz, Avintia Racing (Desmosedici GP14.2) 46m 14.061s
14.Stefan Bradl, Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 46m 16.720s
15.Yonny Hernandez, Aspar MotoGP Team (Desmosedici GP14.2) 46m 16.822s
16.Michele Pirro, Octo Pramac Yakhnich (Desmosedici GP15) 46m 18.248s
17.Jack Miller, Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (RC213V) 46m 18.347s
18.Tito Rabat, Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (RC213V)* 46m 22.168s
19.Scott Redding, Octo Pramac Yakhnich (Desmosedici GP15) 46m 34.389s
Andrea Dovizioso, Ducati Team (Desmosedici GP) DNF
Alvaro Bautista, Factory Aprilia Gresini (RS-GP) DNF

Monday, 2 May 2016

Nitya Cedera, PBSI Ubah Skuat Tim Uber






Indowins- Indonesia mengubah skuat menuju Piala Uber 2016 di Kunshan, China pada 15-2 Mei ini. Kapten tim, Nitya Krishinda Maheswari, cedera dan harus masuk ruang perawatan.

Nitya dibekap cedera lutut usai laga fantastis berdurasi 161 menit pada babak semifinal Kejuaraan Bulutangkis Asia 2016 yang ditutup akhir pekan lalu. Dalam turnamen itu mereka dihentikan pasangan Jepang, Naoko Fukuman/Kurumi Yonao. Pertandingan itu menjadi rekor dunia baru sebagai laga bulutangkis paling lama.

PBSI mengganti tempat Nitya dengan memasukkan satu nama baru. Dia Tiara Rosalia Nuraidah. Sementara itu, posisi sebagai kapten tim diserahkan kepada Greysia Polii.

"Lutut Nitya agak bengkak, jadi disarankan untuk beristirahat dan memulihkan kondisi,” ujar Rexy Mainaky, kepala bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI yang juga menjadi manajer Indonesia ke Kunshan, seperti dilansir indowins.com
"Pasti ada perubahan kekuatan dengan absennya Nitya, at least 30 persen kekuatan tim Uber akan berkurang,” jelas Rexy.

Bandar Bola Terpercaya

Tanpa Nitya, tim Uber Cup Indonesia pada sektor ganda akan diperkuat Ni Ketut Mahadewi Istarani/Anggia Shitta Awanda, Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri Sari serta Greysia dan Tiara. Sementara, di kelompok tunggal diperkuat Maria Febe Kusumastuti, Hanna Ramadini, Fitriani, dan Gregoria Mariska.

Tim Uber Indonesia tergabung dalam Grup C dan akan bertarung melawan Thailand, Bulgaria, dan Hong Kong.

Sunday, 1 May 2016

Kembali Petisi Cabut Hukuman Rossi Beredar






Bintangbola - Dua hari setelah dirilis, petisi dukungan untuk meminta keadilan terkait hukuman pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi pada MotoGP 2015 kembali beredar. Petisi yang dibuat 'MotoGP Revolution' tersebut kini sudah mencapai angka 732,586 dan mengincar satu juta dukungan.

Kembalinya petisi online tersebut dilatarbelakangi oleh hukuman yang dikeluarkan oleh Dorna.  Lantas Rossi harus start dari posisi paling belakang pada seri pamungkas di Valencia.
Memang sanksi tersebut diberikan setelah The Doctor terlibat insiden dengan rider Repsol Honda,Marc Marquez di MotoGP Malaysia. Tak ayal  pembalap asal Spanyol tersebut jatuh akibat ulah Rossi.


Sebelumnya petisi online juga pernah dilakukan oleh beberapa kelompok pendukung VR46 untuk menuntut keadilan. Sayangnya, usaha tersebut tak membuahkan hasil karena Rossi tetap mengawali lomba dari posisi buncit di GP Valencia
Hasilnya, balapan musim lalu menjadi milik rekan setim Rossi, Jorge Lorenzo. Rider berusia 37 tahun tersebut hanya bisa menyelesaikan lomba di urutan keempat pada balapan tersebut.